Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Kondisi Hukum di Indonesia Saat Ini: Antara Tantangan dan Harapan

Kondisi Hukum di Indonesia Saat Ini: Antara Tantangan dan Harapan

  • account_circle AdminPedia
  • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
  • visibility 315
  • comment 0 komentar


Penulis:
BAYU UMARA

 

Pendahuluan

Indonesia sebagai negara hukum sebagaimana dalam Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945, menempatkan hukum sebagai landasan utama dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Namun, realitas pelaksanaan hukum di Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai tantangan yang kompleks, meskipun harapan akan perbaikan dan reformasi tetap terus menyala di tengah masyarakat.

Tantangan Penegakan Hukum

Salah satu tantangan utama dalam sistem hukum Indonesia saat ini adalah masih maraknya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), terutama di lembaga penegak hukum itu sendiri.

Kasus-kasus yang melibatkan aparat penegak hukum seperti polisi, jaksa, dan hakim, menjadi ironi yang mencederai kepercayaan publik terhadap sistem peradilan.

Tidak sedikit masyarakat yang merasa bahwa hukum tajam ke bawah namun tumpul ke atas, menunjukkan masih adanya ketimpangan dalam perlakuan hukum. Selain itu, inkonsistensi penegakan hukum  juga menjadi persoalan serius.

Dalam banyak kasus, hukum dipraktikkan secara tidak adil atau bahkan diskriminatif, baik dalam ranah pidana, perdata, maupun administratif.

Perbedaan perlakuan antara masyarakat biasa dan kelompok elite menjadi sorotan yang menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap supremasi hukum. Tantangan lainnya adalah overlapping regulasi dan lemahnya sinkronisasi antar peraturan perundang-undangan.

Banyak produk hukum yang tumpang tindih, tidak sinkron, bahkan bertentangan satu sama lain, baik di tingkat pusat maupun daerah. Hal ini menyulitkan pelaksanaan hukum dan menciptakan ketidakpastian hukum bagi masyarakat dan dunia usaha.

Tantangan di Bidang Legislasi

Dalam hal legislasi, DPR sebagai lembaga legislatif sering mendapat kritik atas minimnya partisipasi publik dalam proses pembuatan undang-undang.

Beberapa undang-undang yang disahkan dalam waktu singkat, seperti UU Cipta Kerja dan revisi UU KPK, menimbulkan reaksi keras dari masyarakat sipil yang merasa aspirasi mereka diabaikan.

Proses legislasi yang tertutup dan minim transparansi ini menjadi catatan buruk bagi demokrasi hukum di Indonesia.

Harapan dan Peluang Perbaikan

Meski banyak tantangan, harapan akan perbaikan hukum di Indonesia tetap terbuka lebar. Masyarakat sipil kini semakin sadar hukum dan aktif dalam mengawal proses legislasi dan penegakan hukum.

Keterlibatan masyarakat dalam advokasi hukum, judicial review, hingga demonstrasi menunjukkan bahwa kontrol sosial terhadap kekuasaan masih berjalan. Reformasi birokrasi di lembaga penegak hukum, seperti upaya pembenahan internal di tubuh Polri dan Kejaksaan, juga merupakan langkah positif yang perlu terus didorong.

Penerapan teknologi informasi seperti  e-court, e-tilang, dan  SPPT-TI (Sistem Penanganan Perkara Terpadu Berbasis Teknologi Informasi)  merupakan inovasi yang mendukung transparansi dan efisiensi dalam sistem peradilan.

Di sisi lain, lembaga-lembaga pengawasan seperti  Komisi Yudisial (KY), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan  Ombudsman  perlu diperkuat baik secara kelembagaan maupun kewenangannya, agar dapat menjalankan fungsi pengawasan secara optimal tanpa intervensi dari kekuasaan politik.

Pendidikan dan Budaya Hukum

Penting pula untuk membangun *budaya hukum* di tengah masyarakat. Pendidikan hukum sejak dini, baik melalui institusi formal maupun kampanye publik, dapat meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.

Ketika masyarakat melek hukum, maka kontrol terhadap aparat penegak hukum juga akan lebih kuat, dan potensi penyalahgunaan kekuasaan dapat diminimalisir.

Kesimpulan

Kondisi hukum di Indonesia saat ini masih diliputi berbagai tantangan mulai dari korupsi, diskriminasi hukum, hingga lemahnya legislasi.

Namun demikian, harapan tetap terbuka melalui partisipasi masyarakat, reformasi kelembagaan, serta pemanfaatan teknologi.

Diperlukan sinergi antara pemerintah, penegak hukum, akademisi, dan masyarakat untuk mewujudkan sistem hukum yang adil, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Hanya dengan komitmen bersama, Indonesia dapat benar-benar menjadi negara hukum dalam arti yang sesungguhnya.

  • Penulis: AdminPedia

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semangat Bandung

    Semangat Bandung 1955: Warisan Geopolitik Konferensi Bandung yang Masih Menggema Hingga Kini

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle AdminPedia
    • visibility 933
    • 0Komentar

    Oleh: Redaksi Tulispedia.com Konferensi Bandung 1955 dan Semangat Bandung yang Mengubah Dunia Konferensi Bandung 1955, yang diadakan pada 18–24 April di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia, adalah momen bersejarah yang mengukir Semangat Bandung dalam lanskap geopolitik global. Pertemuan ini, yang dihadiri oleh 29 negara Asia dan Afrika, menjadi panggung bagi negara-negara yang baru merdeka untuk menyuarakan […]

  • perjuangan dakwah

    Bertahap Untuk Berjuang Di Jalan Allah Dalam Berdakwa

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle AdminPedia
    • visibility 436
    • 0Komentar

      Nama : Aldi Saputra Nim : 42204021 Prodi : Hukum Ekonomi Syariah Sebagian kecil saudara-saudara yang kita ketahui pada zaman sekarang “Kalau masih begini-begini saja rasanya ingin keluar dari jalan perjuangan dakwah. Masih sangat panjang jalan yang harus ditapaki, sementara di ufuk sana belum terlihat secercah cahaya kemenangan akan tiba. Rasa lelah mulai terasa, […]

  • strategi pendidikan era digital

    Strategi Menghadapi Era Digital dalam Pendidikan: Mempersiapkan Generasi Masa Depan

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2024
    • account_circle AdminPedia
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Di era digital saat ini, dunia pendidikan menghadapi berbagai tantangan dan peluang baru. Teknologi telah mengubah cara kita belajar, mengajar, dan berinteraksi di lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, penting bagi institusi pendidikan untuk mengembangkan strategi yang efektif dalam menghadapi era digital ini. Artikel ini akan membahas berbagai strategi yang dapat diterapkan untuk menghadapi era digital […]

  • Peran Perbankan Syariah dalam Mendorong Keuangan Berkelanjutan

    Peran Perbankan Syariah dalam Mendorong Keuangan Berkelanjutan

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle AdminPedia
    • visibility 471
    • 0Komentar

    Oleh: Izzul Haqqir Rohman Mahasiswa STEI SEBI Keuangan berkelanjutan atau sustainable finance telah menjadi topik yang semakin penting dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah meningkatnya kesadaran akan dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance – ESG), sektor keuangan dituntut untuk berkontribusi lebih besar dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Dalam konteks ini, perbankan […]

  • pentingnya literasi keuangan

    Pentingkah Literasi Keuangan untuk Anak Sekolah?

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2024
    • account_circle AdminPedia
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Oleh: Nasrullah Mahasiswa STEI SEBI Pada tanggal 16 Agustus 2024 kemarin penulis bersama dengan teman-teman lain mendengarkan acara bedah buku mengenai literasi keuangan untuk anak sekolah. Ada beberapa hal yang penulis dapatkan di acara tersebut, ternyata literasi keuangan bukan hanya harus dimiliki oleh orang dewasa tapi anak-anak yang sedang dalam masa sekolah pun harus dibekali […]

  • pentingnya akhlak dalam kehidupan

    Pentingnya Akhlak Dalam Kehidupan Sehari-hari

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Faqih Ramadhan 
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Faqih Ramadhan  Mahasiswa Institut Agama Islam SEBI Akhlak, atau moralitas, adalah fondasi penting dalam kehidupan manusia. Akhlak membimbing kita untuk berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan sekitar dengan cara yang baik dan benar. Dalam kehidupan sehari-hari, akhlak memiliki peran yang sangat vital dalam membentuk karakter, membangun hubungan, dan menciptakan masyarakat yang harmonis. Mengapa […]

expand_less