Metode Pendidikan Akhlaq dalam Islam
- account_circle Muhammad Cisare Maldini
- calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
- visibility 45
- comment 0 komentar

gambar dari: merdeka.com
Oleh: Muhammad Cisare Maldini
Mahasiswa Institut Agama Islam SEBI 2025
Manajemen Bisnis Syariah
Secara bahasa, akhlaq (أخلاق) merupakan bentuk jamak dari kata khuluq yang berarti budi pekerti, perangai, atau tabiat. Dalam Islam, akhlak tidak hanya mencakup aturan perilaku antar manusia, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan Allah, serta hubungan manusia dengan alam semesta.
Rasulullah ﷺ adalah figur utama yang menjadi teladan akhlak mulia (akhlaqul karimah), sebagaimana sifat-sifat beliau tercermin dalam Al-Qur’an. Karena itulah umat Islam diperintahkan untuk menjadikan Rasulullah sebagai panutan dalam kehidupan.
Akhlak adalah sifat yang melekat pada jiwa seseorang sehingga menuntunnya melakukan perbuatan secara spontan tanpa membutuhkan pemikiran panjang. Akhlak terbagi menjadi dua:
- Akhlak terpuji (mahmudah), yaitu perilaku yang baik menurut akal dan syariat.
- Akhlak tercela (madzmumah), yaitu perilaku yang buruk, merugikan, dan bertentangan dengan ajaran Islam.
Sifat-sifat tersebut tidak muncul begitu saja. Akhlak perlu dibentuk, dilatih, dan dibiasakan sejak kecil melalui pendidikan yang berkelanjutan.
Metode Pendidikan Akhlak
Beberapa metode yang dapat digunakan dalam membina akhlak antara lain:
1. Metode Keteladanan
Metode ini dilakukan dengan memberi contoh nyata, baik melalui ucapan maupun perbuatan. Keteladanan merupakan cara paling efektif karena manusia cenderung meniru apa yang ia lihat.
2. Metode Pembiasaan
Pembiasaan berarti melatih seseorang untuk melakukan perbuatan baik secara berulang. Karena manusia bersifat mudah lupa dan salah, pembiasaan menjadi penting agar kebiasaan baik dapat tertanam dengan kuat.
3. Metode Nasihat
Nasihat bertujuan memberikan petunjuk dan dorongan agar seseorang mengamalkan kebaikan. Dengan nasihat yang tepat, seseorang dapat terdorong untuk memperbaiki diri dan membentuk karakter yang baik.
4. Metode Persuasi
Metode ini menekankan pendidikan yang tumbuh dari kesadaran diri. Peserta didik diajak memahami nilai-nilai akhlak secara rasional sehingga terbentuk pandangan hidup yang benar dan berkelanjutan.
5. Metode Kisah
Memberikan kisah atau cerita merupakan cara yang efektif untuk mengambil pelajaran dari masa lalu. Jika kisah tersebut berisi kebaikan, maka ia dapat dijadikan contoh. Sebaliknya, kisah yang memuat keburukan harus dijadikan peringatan untuk dihindari.
Dalil tentang Akhlak
1. Al-Qur’an Surah Ali Imran Ayat 112
Artinya:
“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan diliputi kerendahan. Demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas.”
Hadis tentang Kemuliaan Akhlak
- Dari Abu Hurairah RA:
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya kepada sesama.” - Dari Abdullah bin Amr RA:
“Seorang muslim adalah yang (dengan lisan dan tangannya) orang lain merasa aman darinya. Dan orang yang berhijrah adalah yang meninggalkan hal-hal yang dilarang Allah.” (HR Bukhari)
Masih banyak dalil lain dalam Al-Qur’an dan hadis yang menekankan pentingnya akhlak sebagai dasar kehidupan dan pendidikan.
Kesimpulan
Pembentukan akhlak seorang muslim sangatlah penting karena menjadi benteng dari perbuatan tercela dan hal yang dapat membawa kemudaratan. Akhlak yang baik akan membimbing seseorang untuk berperilaku ihsan, yaitu melakukan kebaikan dengan kesadaran penuh karena Allah.
Rasulullah ﷺ diutus sebagai teladan utama bagi umat manusia dalam hal keimanan, persaudaraan, kesabaran, dan seluruh aspek kehidupan.
Oleh sebab itu, pendidikan akhlak harus menjadi bagian utama dalam pembentukan karakter seorang muslim sejak dini agar tercipta pribadi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi sesama.
- Penulis: Muhammad Cisare Maldini
- Editor: AdminPedia
