Peran Teman Sebaya dalam Pembentukan Akhlak Seorang Muslim
- account_circle Muhammad Sulthan Babullah
- calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
- visibility 50
- comment 0 komentar

gambar dari: BBC.com
Oleh: Muhammad Sulthan Babullah
Mahasiswa Institut Agama Islam SEBI
Hukum Ekonomi Syariah
Biasanya circle pertemanan ini luas pada awalnya, apalagi saat kita masih duduk dibangku sekolah. Kemudian perlahan-lahan berkurang seiring bertambahnya usia kita. Sekelompok orang yang masuk kedalam circle pertemanan kita biasanya ialah orang-orang sependapat secara obrolan ”nyambung”dengan kita.
Rasulullah ﷺ juga menyebutkan pentingnya memilih lingkaran pertemanan. Circle pertemanan adalah salah satu koneksi terbatas tetapi memiliki tujuan yang sama. Dalam pergaulan kita juga harus memperhatikan kualitas, bukan hanya kuantitas.
Dalam pertemanan juga mengharuskan kita memiliki adab sebagaimana seorang muslim berteman dengan cara menghargai sesama dan selalu menunjukkan rasa gembira ketika bertemu.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Permisalan teman yang baik teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi bisa memberimu minyak wangi, atau kamu bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, kamu tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi ( percikan apinya ) mengenai pakainmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” ( HR. Bukhari Muslim ).
Pengaruh Pertemanan
Peran teman sebaya sangatlah berpengaruh, sahabat bukan hanya sebagai teman curhat atau berdialog saja, peran sahabat lebih daripada itu, seorang teman dapat berpengaruh terhadap pembentukan akhlakul karimah atau perilaku, bahkan peran teman juga bisa menjadi motivasi hidup, entah itu kearah yang negatif atau kearah yang positif.
Berteman dengan siapapun kita pasti akan mudah terpengaruhi oleh kebiasaan orang tersebut. Semua orang mempunyai perannya masing-masing terutama dengan teman sebaya yang sangat akan berpengaruh terhadap kehidupan kita.
ada teman yang memberikan contoh akhlak yang baik dan ada yang tidak
Contohnya: menghormati orang yang lebih tua, saling menghargai, bertutur kata yang sopan terhadap teman yang lain, kalau akhlak yang buruk contohnya memotong pembicaraan saat teman lain berbicara, dan juga ada yang suka mengejek seseorang sampai melewati batas.
Dari pandangan teoritis menunjukkan bahwa, dengan melalui interaksi teman sebaya, maka seseorang belajar berinteraksi dalam hubungan simetris dan timbal balik, persahabatan memainkan peranan penting misalnya:
- Teman memberikan kesempatan untuk mempelajari skill atau keterampilan tertentu. Persahabatan mengajarkan untuk saling berkomunikasi dan berbagi cerita dan keluh kesah yang dirasakan.
- Persahabatan memungkinkan kita untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain karena cenderung menilai diri sendiri berdasarkan perbandingan dengan orang lain yang dapat menjadi motivasi khusus bagi mereka untuik berkembang.
- Persahabatan dapat mengembangkan kepribadian, persahabatan memiliki tempat khusus dalam interaksi teman sebaya karena melibatkan perasaan, penerimaan, kedekatan dan keterbukaan yang menciptakan rasa aman
Kesimpulan
Peran circle atau teman sebaya sangat memengaruhi sikap dan kondisi kita kedepannya dimasa sekarang maupun di masa depan. Oleh karena itu teman yang baik dan supportif selalu memiliki akhlak yang mulia sesuai dengan syariat islam. Sedangkan komunikasi yang baik dan mendalam dapat memengaruhi kualitas pertemanan kita sehingga memberikan kesan yang baik dan rasa aman didalam pertemanan.
Kutipan dari imam ibnu kudama al-maqdisi mengatakan “akhlak yang baik lagi mulia, dapat diperoleh dengan bergaul dengan orang orang yang baik pula karena sesungguhnya, perangai ibarat pencuri yang akan mencuri (akhlak) yang baik begitu juga yang jelek”.
Daftar Pustaka
- Abdul, M. R., Rostitawati, T., Podungge, R., & Arif, M. (2020). Pembentukan Akhlak Dalam Memanusiakan Manusia: Perspektif Buya Hamka. Pekerti, 2 (1), 79-99
- Dongoran, Darminto., Boiliu, Fredik Melkias. (2020). Pergaulan Teman Sebaya Dalam Pembentukan Konsep Diri Siswa. Jurnal Educatio, 6 (2). https://doi.org/10.31949/educatio.v6i2.560
- Suryani, Liliek. (2017). Upaya Meningkatkan Sopan Santun Berbicara Dengan Teman Sebaya Melalui Bimbingan Kelompok. Jurnal Mitra Pendidikan, 1 (1). http://ejurnalmitrapendidikan.com/index.php/e-jmp/article/view/28
- Penulis: Muhammad Sulthan Babullah
- Editor: AdminPedia
