Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Paradigma » Menguji Pandangan, Ide dan Gagasan

Menguji Pandangan, Ide dan Gagasan

  • account_circle DR Abdurrahim
  • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
  • visibility 537
  • comment 0 komentar

Setiap pandangan, baik terkait dengan keagamaan atau yang lain, akan berhadapan dengan tiga ujian:

  • Pertama : Ujian Landasan
  • Kedua : Ujian Pemahaman
  • Ketiga : Ujian Lapangan

Pada ujian landasan, suatu pandangan, ide atau gagasan akan berhadapan dengan tantangan : sejauh mana kekuatan argumentasi yang menjadi dasar pandangan, ide atau gagasan tersebut.

Dalam dinamika fikih, misalnya, pandangan fikih suatu persoalan akan diuji keselarasan pandangan dengan dalil atau landasan primer dan sekunder.

Pada ujian pemahaman, suatu pandangan, ide dan gagasan akan berhadapan dengan pandangan pihak lain. Benturan antar pandangan, ide dan gagasan adalah keniscayaan untuk sampai kepada kualitas pemahaman terbaik.

Pada ujian Lapangan, suatu pandangan, ide dan gagasan akan berhadapan dengan realitas yang dinamis; sejauh mana relevansi pandangan tersebut dengan kebutuhan real manusia.

Pandangan, ide dan gagasan keagamaan yang tidak mampu menjawab realitas akan ditinggalkan. Sedangkan pandangan, ide dan gagasan yang mampu memberikan solusi dan memiliki relevansi terhadap realitas akan menemukan tanah yang subur sebagai media tumbuhnya pandangan, ide dan gagasan untuk terus hidup.

Dinamika

Dalam dinamika perbedaan pandangan madzhab fikih, misalnya, seringkali kita nyaman berdebat dan bergulat pada level yang kedua. Bahkan, tidak sedikit yang merasa puas dengan memenangkan perdebatan di level dialektika sekan-akan berhasil menaklukkan musuh bebuyutan. Padahal, tantangan belum selesai.

Ujian di alam realitas sangat kompleks. Ada banyak faktor yang mempengaruhi. Tidak jarang, suatu pandangan fikih, misalnya, menjadi arus utama di suatu masa, menjadi kehilangan relevansi karena perubahan situasi dan kondisi.

Tidak jarang pula, suatu pandangan di anggap lemah di level kedua, tapi justru menemukan relevansinya di level ketiga.

Dalam sejarah ulama muslim, tidak jarang kita menemukan diantara ulama tidak mendapatkan tempat di suatu masa karena pandangannya dianggap tidak populer. Akan tetapi, di lain masa, ulama tersebut mendapatkan tempat istimewa karena pandangannya mampu menjawab realitas yang berkembang.

Pada akhirnya, di ujian realitas, buih akan hilang dan sirna. Sedangkan yang memberikan manfaat akan hidup dan terus tumbuh.

  • Penulis: DR Abdurrahim

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 tips nulis cepat

    5 Tips Nulis Cepat Buat Tugas Kuliah (Tanpa Stress dan Begadang)

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle AdminPedia
    • visibility 842
    • 0Komentar

    5 tips nulis cepat buat tugas kuliah – Pernah nggak kamu duduk di depan laptop, niat nulis tugas kuliah, tapi satu jam cuma ngabisin waktu di bagian pembuka? Tenang, kamu nggak sendiri. Dulu, saya juga sering ngerasa frustrasi tiap kali harus nulis laporan, esai, atau makalah. Tapi sekarang, saya bisa selesaikan 1000 kata dalam waktu […]

  • mimpi adalah kunci

    Mimpi Adalah Kunci Dalam Kehidupan

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle AdminPedia
    • visibility 621
    • 0Komentar

    Oleh: Guna Reksoko Program Studi : Akuntasi Syari’ah Instansi : IAI SEBI Setiap orang punya mimpi. Ada yang besar banget, ada juga yang sederhana tapi tetap berarti. Mimpi itu kayak bahan bakar yang bikin kita mau jalan terus, meski kadang capek. Tanpa mimpi, hidup bisa berasa hambar, rutinitas doang tanpa arah. Bangun, sekolah atau kerja, […]

  • Kondisi Hukum di Indonesia

    Kondisi Hukum di Indonesia Saat Ini: Antara Tantangan dan Harapan

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle AdminPedia
    • visibility 598
    • 0Komentar

    Penulis: BAYU UMARA   Pendahuluan Indonesia sebagai negara hukum sebagaimana dalam Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945, menempatkan hukum sebagai landasan utama dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, realitas pelaksanaan hukum di Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai tantangan yang kompleks, meskipun harapan akan perbaikan dan reformasi tetap terus menyala di tengah masyarakat. […]

  • pentingnya literasi keuangan

    Pentingkah Literasi Keuangan untuk Anak Sekolah?

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2024
    • account_circle AdminPedia
    • visibility 624
    • 0Komentar

    Oleh: Nasrullah Mahasiswa STEI SEBI Pada tanggal 16 Agustus 2024 kemarin penulis bersama dengan teman-teman lain mendengarkan acara bedah buku mengenai literasi keuangan untuk anak sekolah. Ada beberapa hal yang penulis dapatkan di acara tersebut, ternyata literasi keuangan bukan hanya harus dimiliki oleh orang dewasa tapi anak-anak yang sedang dalam masa sekolah pun harus dibekali […]

  • belajar dari kisah imam nawawi

    Belajar dari Kisah Imam Nawawi yang Masih Dikenal Sekarang Lewat Tulisan

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2024
    • account_circle AdminPedia
    • visibility 689
    • 0Komentar

    Oleh : Yusuf Al-Ghani Mahasiswa STEI SEBI Imam Nawawi, atau lengkapnya Abu Zakariya Yahya bin Sharaf an-Nawawi, adalah salah satu ulama besar yang namanya terus dikenang sepanjang masa. Karya-karyanya, yang ditulis ratusan tahun lalu, tetap menjadi referensi utama dalam berbagai bidang ilmu agama Islam, terutama dalam bidang fikih dan hadits. Keteladanan dan keilmuan Imam Nawawi […]

  • akhlaq dalam islam

    Metode Pendidikan Akhlaq dalam Islam

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Cisare Maldini
    • visibility 393
    • 0Komentar

      Oleh: Muhammad Cisare Maldini Mahasiswa Institut Agama Islam SEBI 2025 Manajemen Bisnis Syariah Secara bahasa, akhlaq (أخلاق) merupakan bentuk jamak dari kata khuluq yang berarti budi pekerti, perangai, atau tabiat. Dalam Islam, akhlak tidak hanya mencakup aturan perilaku antar manusia, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan Allah, serta hubungan manusia dengan alam semesta. Rasulullah […]

expand_less