Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Zakat sebagai Instrumen Hukum Syariah dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat

Zakat sebagai Instrumen Hukum Syariah dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat

  • account_circle AdminPedia
  • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
  • visibility 315
  • comment 0 komentar

 

Penulis: Bayu umara 

Pendahuluhan

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki dimensi ibadah dan sosial. Dalam hukum syariah, zakat adalah kewajiban setiap Muslim yang tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan harta, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk menciptakan keadilan sosial dan meningkatkan kesejahteraan umat.

Zakat dalam Islam bukan sekadar ibadah ritual, melainkan bagian dari sistem ekonomi Islam yang berlandaskan nilai keadilan, kepedulian, dan pemerataan, sehingga mampu memperkuat perekonomian umat secara berkelanjutan.

Dalam hukum Islam, kewajiban zakat memiliki dasar yang kuat, baik dari Al-Qur’an maupun Hadis. Allah SWT berfirman:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (QS. At-Taubah: 103)

Ayat ini menunjukkan bahwa zakat merupakan kewajiban yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT.

Lebih dari itu, dalam konteks kenegaraan, zakat juga diatur melalui perundang-undangan seperti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang memperkuat status zakat sebagai instrumen hukum positif di Indonesia.

Dengan demikian, zakat bukan hanya kewajiban moral dan spiritual, tetapi juga kewajiban hukum yang dapat ditegakkan oleh negara.

Peran Zakat dalam Pemberdayaan Ekonomi

zakat instrumen hukum

Zakat berfungsi sebagai mekanisme redistribusi kekayaan dari golongan yang mampu (muzakki) kepada yang membutuhkan (mustahik), yang terdiri dari delapan golongan seperti fakir, miskin, amil, mualaf, hamba sahaya, gharim, fi sabilillah, dan ibnu sabil.

Dalam praktiknya, zakat dapat diarahkan untuk mendukung program-program pemberdayaan ekonomi umat, terutama dalam bentuk zakat produktif.

Zakat produktif adalah penyaluran dana zakat dalam bentuk bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, atau sarana produksi, yang bertujuan agar mustahik dapat mandiri secara ekonomi.

Model ini bukan hanya memenuhi kebutuhan sesaat, melainkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial. Dalam kerangka ekonomi syariah, zakat menjadi pilar penting dalam menjaga sirkulasi kekayaan agar tidak terpusat pada segelintir kelompok saja.

Dengan adanya zakat, kekayaan akan terus mengalir dan memberikan efek ekonomi yang berkelanjutan di masyarakat.

Zakat yang dikelola secara profesional dan transparan dapat menjadi instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi umat, terutama di tengah ketimpangan ekonomi yang masih menjadi masalah global.

Contohnya, banyak lembaga amil zakat yang telah berhasil memberdayakan mustahik menjadi muzakki dalam waktu beberapa tahun melalui program pelatihan wirausaha dan pendampingan intensif. Hal ini membuktikan bahwa zakat memiliki potensi sebagai alat transformasi sosial yang sangat efektif.

Tantangan dan Solusi

Namun demikian, efektivitas zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat masih menghadapi berbagai tantangan.

Salah satunya adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi, serta kurangnya sinergi antara pemerintah, ulama, dan lembaga zakat.

Di samping itu, pengelolaan zakat yang belum optimal sering kali menyebabkan zakat hanya bersifat konsumtif, bukan produktif. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan peran aktif dari berbagai pihak, baik pemerintah, akademisi, maupun masyarakat.

Pemerintah harus memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap pengelolaan zakat. Lembaga zakat perlu meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan inovasi dalam program-program pemberdayaan.

Sementara itu, masyarakat perlu diedukasi bahwa menunaikan zakat melalui lembaga yang amanah akan memberikan dampak yang lebih luas dan terukur.

Kesimpulan

Zakat bukan hanya kewajiban spiritual, tetapi juga instrumen hukum syariah yang memiliki potensi besar dalam pemberdayaan ekonomi umat.

Dengan pengelolaan yang baik dan sinergis, zakat dapat menjadi solusi konkret dalam mengatasi kemiskinan, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta mewujudkan keadilan sosial dalam masyarakat.

Oleh karena itu, penguatan peran zakat dalam sistem ekonomi nasional merupakan langkah strategis dalam pembangunan umat menuju kesejahteraan yang berkeadilan.

  • Penulis: AdminPedia

Rekomendasi Untuk Anda

  • fondasi ibadah

    Aktivitas Hati: Fondasi yang Sering Terlupakan dalam Beribadah

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle AdminPedia
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ikhwah fillah rahimakumullah, aktivitas hati mungkin terdengar serasa asing bagi sebagian orang, padahal aktivitas hati adalah bagian penting dalam hidup kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, hati diibaratkan sebagai remote control bagi hidup kita, jika hati itu baik maka baik pula seluruh tubuh manusia, begitu juga sebaliknya, jika hati itu buruk maka seluruh […]

  • hukum uang hasil ngonten

    Hukum Uang Hasil Ngonten Menurut Islam: Panduan Etika dan Syariah dalam Era Digital

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2024
    • account_circle AdminPedia
    • visibility 928
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ulil Aidiy Mahasiswa STEI SEBI Di era digital yang serba cepat ini, profesi sebagai konten kreator telah menjadi sumber penghasilan yang populer di kalangan masyarakat, terutama di kalangan anak muda. Menghasilkan uang dari kegiatan mengunggah video, foto, atau tulisan di platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok menjadi tren yang terus berkembang. Namun, bagaimana […]

  • belajar dari kisah khadijah

    Belajar dari Kisah Khadijah, Perempuan yang Menjadi Pengusaha

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2024
    • account_circle AdminPedia
    • visibility 616
    • 0Komentar

    Oleh: Ghaitsa Dzikra Fitri Nurwahida Mahasiswi STEI SEBI Ketika kita mengenal nama Khodijah binti Khuwailid maka apa yang ada di benak kita, betul Khodijah adalah istri pertamanya Rhosulullah SAW, yang bukan hanya menjadi teladan seorang istri tapi juga seorang pengusaha dimasanya. Kisah hidup Khadijah menawarkan banyak pelajaran berharga, terutama bagi perempuan yang ingin meniti karir […]

  • keutamaan tahajud

    Keutamaan Tahajud dalam Al-Qur’an

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2024
    • account_circle AdminPedia
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Farhan Maulana Mahasiswa STEI SEBI Dalam beberapa ceramah penulis menyimpulkan paling tidak ada lima keutamaan sholat tahajud bagi umat muslium di dalam Al-Qur’an, bahkan terlebih Sholat tahajud adalah sholat yang paling dianjurkan oleh nabi kita Muhammad SAW. Sholat tahajud, merupakan salah satu bentuk shalat sunnah di malam hari, memiliki tempat istimewa dalam ajaran […]

  • observasi bisnis

    Mahasiswa STEI SEBI Depok Bantu UMKM 49 CP Rental HT & Intercom Tingkatkan Pemasaran dan Keuangan Melalui Program Lab Bisnis

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle AdminPedia
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Nama : Fadhilah Budiman Status : Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI, Prodi Manajemen Bisnis Syariah   Pada 02 Oktober hingga 05 November 2024, sekelompok mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) SEBI Depok mengikuti program Lab Bisnis dengan melakukan observasi dan wawancara ke UMKM 49 CP Rental HT & Intercom di Jakarta Selatan. Usaha […]

  • mimpi adalah kunci

    Mimpi Adalah Kunci Dalam Kehidupan

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle AdminPedia
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Oleh: Guna Reksoko Program Studi : Akuntasi Syari’ah Instansi : IAI SEBI Setiap orang punya mimpi. Ada yang besar banget, ada juga yang sederhana tapi tetap berarti. Mimpi itu kayak bahan bakar yang bikin kita mau jalan terus, meski kadang capek. Tanpa mimpi, hidup bisa berasa hambar, rutinitas doang tanpa arah. Bangun, sekolah atau kerja, […]

expand_less