Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ibadah » Aktivitas Hati: Fondasi yang Sering Terlupakan dalam Beribadah

Aktivitas Hati: Fondasi yang Sering Terlupakan dalam Beribadah

  • account_circle AdminPedia
  • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
  • visibility 410
  • comment 0 komentar

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ikhwah fillah rahimakumullah, aktivitas hati mungkin terdengar serasa asing bagi sebagian orang, padahal aktivitas hati adalah bagian penting dalam hidup kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, hati diibaratkan sebagai remote control bagi hidup kita, jika hati itu baik maka baik pula seluruh tubuh manusia, begitu juga sebaliknya, jika hati itu buruk maka seluruh tubuh manusia itu menjadi buruk.

Hati mengontrol tubuh kita untuk melakukan suatu perbuatan dan juga untuk tidak melakukan suatu perbuatan, oleh karena itu hati perlu kita jaga dan rawat jangan sampai terkotori oleh sifat-sifat yang tidak baik, karena jika kita membiasakan diri untuk mensucikan diri membersihkan hati insyaallah apa yang kita perbuat akan lebih produktif dan bermanfaat.

Sebagai seorang muslim yang juga berusaha mendalami ajaran agama, saya sering merenungkan fenomena ini. Bukankah Rasulullah SAW telah mengingatkan kita tentang pentingnya hati?

Dalam sebuah hadits yang sangat populer, beliau mengibaratkan hati sebagai “segumpal daging” yang menentukan baik buruknya seluruh tubuh. Namun ironisnya, kita seringkali lebih fokus pada aspek kuantitas ibadah dibandingkan kualitas hati yang menjalankannya. Mari kita jujur pada diri sendiri.

Berapa kali kita melakukan ibadah hanya karena “kebiasaan”? Berapa banyak sedekah yang kita berikan dengan setengah hati? Atau bahkan, berapa sering kita melakukan ibadah karena ingin dipuji orang lain? Pertanyaan-pertanyaan ini seharusnya membuat kita berhenti sejenak dan melakukan introspeksi diri.

Saya teringat sebuah pengalaman pribadi ketika melaksanakan shalat. Meskipun telah mempersiapkan fisik dengan baik, saya merasa ada yang kurang dalam ibadah tersebut. Setelah berefleksi, saya menyadari bahwa persiapan hati saya tidak sebanding dengan persiapan fisik yang telah dilakukan.

Sejak saat itu, saya mulai memahami bahwa aktivitas hati seharusnya mendahului aktivitas fisik dalam beribadah. Dalam pengamatan saya, ada beberapa alasan mengapa kita sering mengabaikan aktivitas hati:

Pertama, aktivitas hati tidak kasat mata. Berbeda dengan ibadah fisik yang bisa dilihat dan “diukur”, kondisi hati bersifat abstrak. Kita tidak bisa memotretnya untuk media sosial atau mendapat pujian langsung dari orang lain.

Kedua, membersihkan hati jauh lebih sulit daripada melakukan ibadah fisik. Menahan diri dari riya’ (pamer), hasad (iri), dan ujub (bangga diri) membutuhkan perjuangan yang jauh lebih berat dibandingkan menjalankan puasa atau menghadiri majelis ilmu.

Ketiga, kita hidup di era yang mengutamakan “penampilan”. Media sosial semakin menguatkan kecenderungan ini, di mana validasi eksternal seringkali lebih dicari daripada ketenangan batin.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Berdasarkan pengalaman pribadi, saya menyarankan beberapa langkah praktis:

  1. Mulailah setiap hari dengan muhasabah (introspeksi diri). Luangkan waktu 5-10 menit sebelum memulai aktivitas untuk memeriksa kondisi hati kita, perbanyaklah dzikir agar hati menjadi tentram.
  2. Sebelum melakukan ibadah apapun, tanyakan pada diri sendiri: “Untuk siapa aku melakukan ini?”, ketika kita ingin melakukan ibadah apapun niatkan dalam hati karena Allah.
  3. Kurangi “publikasi ibadah” di media sosial. Tidak semua kebaikan perlu diketahui publik. Jangan terlalu banyak posting ibadah karena itu bisa mendatangkan rasa ujub dan riya.
  4. Rutinkan membaca Al-Quran dengan tadabbur (perenungan), bukan sekadar target bacaan. Renungi isi makna yang terkandung dalam bacaan al-quran, dan cari asbabun nuzulnya.
  5. Bergaullah dengan orang-orang yang lebih mementingkan substansi daripada penampilan dalam beragama. Cari teman yang mempunyai wawasan ilmu agama yang luas agar bisa lebih paham tentang agama.

Saya yakin, jika kita mulai memberikan perhatian lebih pada aktivitas hati, kualitas ibadah kita akan meningkat secara signifikan. Ibadah tidak lagi sekadar rutinitas, tetapi menjadi sarana penghubung yang bermakna dengan Allah SWT.

Sebagai penutup, saya mengajak kita semua untuk merenungkan kembali prioritas kita dalam beribadah. Mungkin sudah saatnya kita “berhenti sejenak” dari kesibukan ibadah fisik dan mulai memberikan perhatian lebih pada pembersihan hati.

Karena bagaimanapun, Allah SWT tidak melihat bentuk fisik atau banyaknya amalan kita, tetapi Dia melihat hati dan ketulusan dalam setiap amalan yang kita lakukan.

Semoga renungan ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua untuk mulai memprioritaskan aktivitas hati sebelum aktivitas fisik dalam perjalanan spiritual kita.

Profil penulis:

Muhammad Itmammudin merupakan mahasiswa aktif sekolah tinggi ekonomi Islam SEBI Depok, program studi Hukum ekonomi syari’ah.

  • Penulis: AdminPedia

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sebab, Dampak dan Solusi Bullying Dalam Dunia Pendidikan

    Sebab, Dampak dan Solusi Bullying Dalam Dunia Pendidikan

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2024
    • account_circle AdminPedia
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Thoriq Mahasiswa STEI SEBI Di lorong-lorong sekolah dan ruang kelas yang sibuk, tersimpan kisah yang sering kali tersembunyi dari pandangan. Bullying, atau perundungan, adalah masalah yang mengganggu ketenangan dan kesejahteraan siswa di berbagai tingkat pendidikan. Dari tatapan sinis hingga komentar yang melukai, tindakan-tindakan ini menciptakan dampak yang mendalam. Mari kita menyusuri jejak dampak, […]

  • implementasi kurikulum merdeka

    Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah: Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2024
    • account_circle AdminPedia
    • visibility 755
    • 0Komentar

    Kurikulum Merdeka adalah inisiatif terbaru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang bertujuan untuk memberikan fleksibilitas lebih kepada guru dan sekolah dalam proses pembelajaran. Dengan fokus pada pengembangan karakter, keterampilan abad 21, dan penyesuaian pembelajaran sesuai kebutuhan siswa, kurikulum ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Artikel ini akan membahas implementasi Kurikulum Merdeka […]

  • hubungan bangun pagi dengan kesuksesan

    Hubungan Bangun Pagi dengan Kesuksesan

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2024
    • account_circle AdminPedia
    • visibility 543
    • 0Komentar

    Oleh: Nasrullah Mahasiswa STEI SEBI Jika kita melihat kebiasaan Rosulullah, Rosulullah mempunyai kebiasaan sholat tahajud bahkan sholat ini adalah kebiasaan orang-orang sholeh, lalu apa hubunganya dengan kesuksesan, bangun pagi dengan orang yang terbiasa bangun siang. Bangun pagi sering kali dianggap sebagai kebiasaan yang sederhana namun berdampak besar pada produktivitas dan kesuksesan seseorang. Banyak tokoh sukses […]

  • hukum uang hasil ngonten

    Hukum Uang Hasil Ngonten Menurut Islam: Panduan Etika dan Syariah dalam Era Digital

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2024
    • account_circle AdminPedia
    • visibility 928
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ulil Aidiy Mahasiswa STEI SEBI Di era digital yang serba cepat ini, profesi sebagai konten kreator telah menjadi sumber penghasilan yang populer di kalangan masyarakat, terutama di kalangan anak muda. Menghasilkan uang dari kegiatan mengunggah video, foto, atau tulisan di platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok menjadi tren yang terus berkembang. Namun, bagaimana […]

  • Kondisi Hukum di Indonesia

    Kondisi Hukum di Indonesia Saat Ini: Antara Tantangan dan Harapan

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle AdminPedia
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Penulis: BAYU UMARA   Pendahuluan Indonesia sebagai negara hukum sebagaimana dalam Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945, menempatkan hukum sebagai landasan utama dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, realitas pelaksanaan hukum di Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai tantangan yang kompleks, meskipun harapan akan perbaikan dan reformasi tetap terus menyala di tengah masyarakat. […]

  • persoalan fiqih

    Memilih Pendapat Fiqih yang Memudahkan Bukanlah Mempermudah Secara Berlebihan

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle AdminPedia
    • visibility 512
    • 0Komentar

    Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam sering kali dihadapkan pada berbagai persoalan fiqih yang memiliki lebih dari satu pandangan ulama. Kedua pandangan tersebut seringkali didukung oleh dalil yang kuat, baik dari Al-Qur’an, Hadits, Ijma’, Qiyas maupun sumber-sumber lain. Dalam situasi seperti ini, penting bagi kita untuk memahami prinsip-prinsip fiqih yang memudahkan, atau sering disebut fiqih taisir, […]

expand_less